Just another WordPress.com site

Olah Raga Bela Diri


1. Olah Raga Tinju

Olahraga tinju merupakan salah satu cabang bela diri yang bertanding satu lawan satu untuk melakukan serangan dengan cara memukul memakai tangan yang diberi sarung serta melindungi diri dari pukulan yang diberikan oleh lawan. Dalam pertandingan, nilai diperhitungkan pada jumlah pukulan yang dianggap sah.

Petinju akan mendapat nilai yang lebih banyak jika mampu melakukan pukulan pada lawan, terutama di bagian kepala atau dada. Bila musuh tidakĀ  mampu melakukan pertandingan karena terkena pukulan lawan yang keras dan tidak mampu bangun lagi dari jatuhnya pada hitungan yang ke sepuluh, oleh wasit dinyatakan kalah KO atau Knockout. Dan lawannya secara otomatis jadi pemenangnya.

Namun, bila musuh mampu bertanding terus hingga pada ronde terakhir maka penentuan pemenangnya berdasarkan nilai atau jumlah pukulan yang ditentukan oleh juri.

Sejarah Olahraga Tinju

Olahraga tinju pertama kali dipertandingkan oleh bangsa Romawi, Mesir serta Yunani. Petinju legendaris yang sampai sekarang masih menjadi catatan sejarah emas adalah Theagenes yang berasal dari Thaos Yunani. Dia menjadi juara pada pesta olimpiade kuno tahun 450 (masehi).

Selama karirnya dia pernah melakukan pertandingan 1.406 kali. Pada waktu itu petinju sudah menggunakan sarung tinju seperti saat ini, namun bahannya terbuat dari besi. Maka tidak mengherankan bila banyak lawan yang langsung mati seketika gara-gara terkena pukulan tangan bersarung besi itu. Kemudian sarung tinju yang bentuknya seperti sekarang ini pertama kali dikenalkan oleh seorang petinju dari Inggris pada tahun 1973.

Seluk Beluk Pertandingan Tinju

Olahraga tinju terbagi dalam banyak kelas, yang ditentukan berdasarkan berat badan dari petinjunya. Yang paling ringan disebut kelas Straw, dengan berat badan minimal 47,61 Kg sampai dengan 58,98 Kg. Kemudian yang paling berat, disebut kelas berat juga dengan berat petinju minimal 90 Kg ke atas. Kemudian dalan setiap pertandingan, perserta terdiri dari dua orang yang sama kelasnya.

Lamanya pertandingan ditentukan oleh lamanya waktu yang dinamakan ronde. Dalam setiap ronde ada waktu tiga menit untuk bertanding dan dua menit untuk melakukan istirahat. Pertandingan ini selalu diadakan di sebuah area yang dinamakan ring. Para penonton pertandingan bisa menyaksikannya dari pinggir ring tersebut.

Olahraga tinju merupakan salah satu jenis olahraga yang keras. Resiko menjadi seorang petinju juga tinggi. Karena nyawa juga bisa melayang ketika melakukan pertandingan, terutama bagi yang profesional. Tidak mengherankan bila banyak petinju yang mengalami cacat seumur hidup setelah pensiun dari tinju.

Contoh yang paling nyata adalah Muhammad Ali. Dia adalah seorang mantan petinju paling terkenal di dunia saat ini yang berasal dari Amerika Serikat. Saat ini dia menderita sakit parkinson yang disebabkan karena pukulan-pukulan yang diterimanya dari lawan saat masih aktif melakukan pertandingan dulu.

Namun meski begitu, olahraga tinju tetap punya banyak penggemar. Tidak terkecuali kaum wanita yang terkenal dengan kelemahlembutannya. Salah satu alasannya adalah karena dalam bertanding seorang petinju selalu bertelanjang dada. Maka semua otot tubuhnya yang kuat akan terlihat dengan jelas. Dan inilah yang banyak disukai oleh mereka. Apalagi tubuh petinju pada umumnya juga nampak kekar dan perkasa, apalagi ketika sudah mengeluarkan keringat yang banyak. Benar-benar jantan.

2. Olah Raga Angkat Besi

Angkat besi merupakan olah raga yang memerlukan kekuatan yang besar. Seorang atlet olah raga angkat besi harus bersaing untuk mengangkat beban berat. Beban tersebut dinamakan barbel. Untuk melakukan olah raga angkat besi diperlukan kombinasi kekuatan, fleksibilitas, konsentrasi, kemampuan, disiplin (sangat penting), atletis, fitnes, teknik, mental, dan kekuatan fisik.

Ada dua jenis angkatan yang sering dilombakan dalam olah raga angkat besi, yaitu angkatan clean and jerk dan snatch. Pada angkatan clean and jerk, angkatan langsung tanpa jeda. Atlet angkat besi harus mengangkat beban dari lantai tanpa boleh menekuk lutut sampai kedua tangan mengangkat beban (barbel) lurus di atas kepala dengan posisi berdiri sempurna selama beberapa detik sampai juri membunyikan bel tanda angkatan sah.

Pada angkatan snatch, atlet mengangkat barbel dalam dua tahapan. Pertama, atlet mengangkat beban dari lantai sampai batas dada dengan posisi jongkok. Setelah jeda sebentar untuk mengambil ancang-ancang, atlet kemudian mengangkat barbel sampai kedua tangan lurus di atas kepala, sampai posisi berdiri sempurna selama beberapa detik.

Comments on: "Olah Raga Bela Diri" (2)

  1. photonya keren kaya nahan sesuatu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: